Blog

Berita, pembaruan, pengumuman dan informasi terbaru tentang equity crowdfunding properti. Berita & informasi investasi crowdfunding terpercaya - Julizar.com

Apa Arti Rate of Return atau Tingkat Pengembalian?

Apa Arti Rate of Return atau Tingkat Pengembalian?

Rate of Return (ROR) adalah keuntungan atau kerugian dari investasi selama periode waktu tertentu. Dengan kata lain, tingkat pengembalian adalah keuntungan (atau kerugian) dibandingkan dengan biaya investasi awal, biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase. Ketika ROR positif, itu dianggap sebagai keuntungan dan ketika ROR negatif, itu mencerminkan kerugian pada investasi.

Formula untuk Tingkat Pengembalian Rate of Return (ROR)

Rumus standar untuk menghitung ROR adalah sebagai berikut:

\(Rate of Retun = \begin{bmatrix} {\frac{(Current Value - Initial Value)} {Initial Value}} \end{bmatrix} \times 100 \displaystyle \% \)

Atau bisa juga dengan rumus:

image alt

Perlu di ingat bahwa setiap keuntungan yang diperoleh selama periode investasi harus dimasukkan dalam formula. Sebagai contoh, jika sebuah saham biaya Rp 10.000 dan harga saat ini adalah Rp 15.000 dengan dividen Rp 1.000 dibayarkan selama periode tersebut, dividen harus dimasukkan dalam formula ROR. Ini akan dihitung sebagai berikut:

((Rp15.000 + Rp1.000 – Rp10.000) / Rp10.000) x 100 = 60%

Tingkat pengembalian yang sederhana ini kadang-kadang disebut tingkat pertumbuhan dasar, atau sebagai alternatif, pengembalian investasi, atau ROI. Jika Anda juga mempertimbangkan efek dari nilai waktu uang dan inflasi, tingkat pengembalian riil juga dapat didefinisikan sebagai jumlah bersih dari arus kas yang didiskonto yang diterima pada investasi setelah disesuaikan dengan inflasi.

Apa yang Disampaikan oleh RoR?

Tingkat pengembalian dapat diterapkan pada investasi apa saja, real estat maupun obligasi, saham, dan lain lain. RoR bekerja dengan aset apa pun asalkan aset dibeli pada satu titik waktu dan menghasilkan arus kas pada titik tertentu di masa depan. Investasi dinilai berdasarkan, sebagian, pada tingkat pengembalian masa lalu, yang dapat dibandingkan dengan aset dari jenis yang sama untuk menentukan investasi mana yang paling menarik. Banyak investor memilih tingkat pengembalian yang diperlukan sebelum membuat pilihan.

Contoh Perhitungan Tingkat Pengembalian (RoR)

Sebut saja Tono adalah seorang investor ritel dan memutuskan untuk membeli 10 saham Perusahaan A dengan harga per unit Rp 20.000. Kemudian Tono memegang saham Perusahaan A selama 2 tahun. Dalam jangka waktu 2 tahun, Perusahaan A membayar dividen tahunan sebesar Rp 1.000 per saham. Kemudian setelah 2 tahun, Tono menjual semua saham yang ia miliki yaitu sebanyak 10 saham Perusahaan A dengan harga ex-dividen Rp 25.000 Tono ingin menentukan tingkat pengembalian selama dua tahun ia memiliki saham.

Untuk menentukan tingkat pengembalian, pertama-tama hitung jumlah dividen yang ia terima selama periode dua tahun:

10 shares x (Rp 1.000 annual dividend x 2) = Rp20.000 dividen dari 10 saham yang ia miliki

Selanjutnya, hitung berapa banyak saham yang dia jual:

10 saham x Rp 25.000 = Rp 250.000 (Keuntungan dari menjual 10 saham)  

Terakhir, tentukan berapa biaya yang dikeluarkan Tono untuk membeli 10 saham Perusahaan A:

 10 saham x Rp 20.000 = Rp 200.000 (Biaya pembelian 10 saham)  

Kemudian masukkan semua angka ke rumus tingkat pengembalian:

= ((Rp 250.000 + Rp 20.000 - Rp 200.000) / Rp 200.000) x 100 = 35%

Apa Arti Cap Rate Atau Capitalization Rate

Venture Capital - Apa Yang Dimaksud Dana Venture Capital

Angel Investor - Apa Yang Dimaksud Angel Investor?

Get Contacted

Site under development