Blog

Berita, pembaruan, pengumuman dan informasi terbaru tentang equity crowdfunding properti. Berita & informasi investasi crowdfunding terpercaya - Julizar.com

Cara Menghitung Garis Sempadan Bangunan - GSB

Cara Menghitung Garis Sempadan Bangunan - GSB

GSB (Garis Sempadan Bangunan)

GSB adalah garis imaginer yang menentukan jarak terluar bangunan terhadap pinggir ruas jalan. Anda tidak di perkenankan membangun melebihi batas GSB yang sudah ditentukan. Besarnya GSB ini tergantung dari besar jalan yang ada di depannya. Jalan yang lebar tentu saja mempuyai jarak GSB yang lebih besar dibandingkan jalan yang mempunyai lebar yang lebih kecil.

Biasanya jarak GSB ini rumusnya adalah setengah lebar jalan, apabila lebar jalan adalah 10 meter, maka GSB-nya adalah 5 meter, artinya jarak terluar yang diijinkan bangunan berdiri adalah 5 meter dari pinggir jalan. Untuk lebih pastinya, pihak dinas tata kota akan memberikan advis planning penentuan GSB dalam pengurusan KRK.

Dalam sebuah perencanaan yang ideal, sebaiknya ketentuan GSB ini dipatuhi. Karena pihak Tata Kota telah mempertimbangkan aspek ke depan terkait pelebaran jalan, pertamanan, pejalan kaki, dll. Sehingga pelanggaran GSB tidak dapat ditolerir oleh pihak P2B, pengembang atau kontraktor yang membangun melebihi GSB akan dibongkar.

Pada saat anda merencanakan akan membangun sebuah bangunan, Anda harus memikirkan berapa jauh ideal bangunan Anda dari muka jalan. Selain itu Anda juga harus mempertimbangkan jarak bangunan Anda dari bangunan tetangga. Anda harus mengetahui memberikan jarak antara bangunan Anda dengan jalan atau bangunan tetangga itu diatur dalam peraturan bangunan. Inilah yang di sebut dengan Garis Sempadan Bangunan atau biasa disingkat sebagai GSB. Sebenarnya GSB bisa didefinisikan sebagai garis batas minimal antara bangunan Anda dengan batas lahan Anda, baik itu dengan jalan, tepi sungai, tepi pantai, rel kereta api, jaringan tegangan tinggi, ataupun bangunan tetangga.

Cara menghitung Garis Sempadan Bangunan

Batas bangunan dengan jalan sesuai aturannya 1/2 + 1 dari pinggir jalan. Misalkan badan jalan 12 meter, maka 6 meter plus 1 yakni 7 meter dari pinggir jalan. Kalau kurang dari itu tidak akan dikeluarkan izinnya (IMB).

Perlu Anda ketahui bahwa rumus di atas tergantung dari daerah masing masing, itu adalah rumus umum yang berlaku. Ini juga bergantung kepada lokasi dan kelas jalan. Di lokasi tertentu, ada yang memiliki GSB sebesar 0 (nol). Ini artinya tidak ada batas sedikitpun antara bangunan dengan sekitarnya.

Secara umum, besaran GSB sama dengan setengah dari lebar jalan. Semakin lebar jalan, maka akan semakin besar nilai GSB. Untuk pemukiman perumahan, standar GSB yang diberikan berkisar antara 3 – 5 meter. Aturan mengenai GSB ini secara lebih detil dijabarkan dalam peraturan daerah masing-masing wilayah. Untuk mengetahui besaran pastinya, Anda dapat menanyakannya pada pemerintah daerah Anda. Khusus untuk DKI Jakarta, besarnya GSB dapat dilihat dalam Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 7 Tahun 1991 Tentang Bangunan Dalam Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta, anda bisa download disini.

Artikel Terkait

Get Contacted

Site under development