Blog

Berita, pembaruan, pengumuman dan informasi terbaru tentang equity crowdfunding properti. Berita & informasi investasi crowdfunding terpercaya - Julizar.com

Cara Menghitung KDB dan KLB Bangunan

Cara Menghitung KDB dan KLB Bangunan

Bagaimana cara menghitung KDB & KLB bangunan

Ingin tau bagaimana cara menghitung KDB dan KLB Bangunan? dan berapa jumlah lantai yang bisa di banguna? Di artikel ini saya akan mengulas secara singkat tentang Koefisien Dasar Bangunan atau KDB. Sebelum anda melanjutkan membaca, terlebih dahulu anda harus memahami apa arti dan fungsi KDB. dan mengapa KDB harus diatur?

Koefisien Dasar Bangunan atau KDB merupakan angka persentase perbandingan antara luas seluruh lantai dasar bangunan yang dapat dibangun dari luas lahan yang tersedia. KDB ditentukan sebagai bagian luas ruangan beratap yang memiliki dinding lebih dari 1,2 meter dan juga proyeksi bangunan.

Secara umum, anda boleh berasumsi misalnya KDB 60%. Kenapa 60%? karena berdasarkan pengalaman saya kebanyakan KDB di lokasi tertentu adalah 60% ada juga yang 70% dan ada juga yang bahkan hanya 30%. Kenapa demikian? ini di sebebkan oleh lokasi tanah anda berada. Misalnya lokasi tanah anda berada di jalan utama, mungkin saja KDBnya kecil karena beberapa faktor, misalnya kepadatan lalu lintas, kepadatan penduduk, zona wilayah dan lain lain.

Building Coverage Ratio (BCR) / Koefisien Dasar Bangunan (KDB)

BCR/KDB adalah perbandingan antara luas lantai dasar bangunan dengan luas tanah. (LB/LT X 100%). Koefisien yang digunakan biasanya berupa persen atau desimal (misal : 60% atau 0,6) BCR/KDB ini bertujuan untuk mengatur besaran luasan bangunan yang menutupi permukaan tanah, hal ini akan mempengaruhi infiltrasi air tanah atau ketersediaan air tanah untuk masa yang akan datang. Selain sebagai penjaga keberadaan air tanah, permukaan tanah yang tidak tertutup bangunan akan mampu menerima sinar matahari secara langsung untuk membuat tanah bisa mengering sehingga udara yang tercipta di sekitar bangunan tidak menjadi lembab.

Jika anda ingin membangun rumah atau mendirikan bangunan dari lahan yang tersedia sebutlah misalnya tanah yang berada di pinggir jalan raya, anda harus menghitung berapa jarak yang di izinkan untuk di bangun dari batas luar tanah anda. Batas luar ini bisa berupa batas kiri kanan dan depan belakang. Bagaimana dengan batas atas dan batas bawah? apakah juga di atur? Ya, pemerintah juga mengatur batas ketinggian bangunan dan batas kedalaman bangunan atau basement. Untuk lebih detail tentang batas.

Pemerintah memiliki aturan tersendiri tentang KDB dan KLB atau TENTANG PEDOMAN PERSYARATAN TEKNIS BANGUNAN GEDUNG. Hal ini tertuang dalam PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 29/PRT/M/2006 TENTANG PEDOMAN PERSYARATAN TEKNIS BANGUNAN GEDUNG.

Jika anda datang ke dinas tata kota atau Pelayanan Terpadu Satu Pintu, maka anda akan menemukan gambar seperti di bawah ini:

Rencana Detail Tata Ruang/RDTR

Jika anda ingin tau bagaimana cara menghitung KDB dan KLB berikut ini adalah contoh sederhananya:

Sekarang bagaimana cara menghitung KLB? Cara menghitungnya sederhana sekali yaitu luas lahan di kalikan dengan rasio KLB.

Contoh perhitungan KLB

Misalnya anda memiliki lahan lahan seluas 1000 m2, dengan KDB 60 % dan KLB = 1,20 perhitungannya sebagai berikut:

1000m x 60% maka sisa tanah yang boleh anda bangun adalah 600m (KDB) Jadi perhitungan KLBnya: 1000m x 1.20 = 1200m.

Contoh Lain: Diketahui : Luas Lahan = 4.000 m2 KDB = 20% KLB = 3

Ditanya : Berapa KDB ? Berapa KLB ? Berapa Jumlah Lantai ?

Jawab : Luas Lahan x KDB = Luas Lantai Dasar yang boleh terbangun 4.000 m2 x 20% = 800 m2 KLB x Luas Lahan = Luas Total lantai yang boleh terbangun 3 x 4.000 m2 = 12.000 m2 KLB / KDB = Jumlah lantai/ Ketinggian Bangunan 12.000 m2 / 800 m2 = 15 Lantai

ARTIKEL TERKAIT:

*Garis Sepadan Bangunan

Get Contacted

Site under development