Blog

Berita, pembaruan, pengumuman dan informasi terbaru tentang equity crowdfunding properti. Berita & informasi investasi crowdfunding terpercaya - Julizar.com

Mau Jadi Developer Properti? Baca 6 Tips Lengkap Cara Mengembangkan Lahan

Mau Jadi Developer Properti? Baca 6 Tips Lengkap Cara Mengembangkan Lahan

Lahan atau tanah yang belum berkembang memiliki kemampuan daya ungkit lebih besar untuk berkembang dan memberikan arus kas yang konsistennya dengan jenis peluang investasi lainnya.

Bagi investor, tanah mentah adalah sumber daya yang terbatas dan merupakan harta yang paling berharga. Jika Anda membeli tanah di daerah yang sedang berkembang, atau tumbuh, ada kemungkinan tanah Anda bisa menjadi lebih berharga.

Investor yang ingin mengembangkan tanah mentah menjadi sebuah proyek properti, mereka harus memperhatikan setiap kesempatan yang tersedia dengan membuat penelitian sendiri secara menyeluruh tentang pasar yang di tuju untuk pengembangan lahan tersebut. Cara terbaik untuk melakukannya, adalah memperhatikan tren pasar.

Jika Anda dapat melacak pergerakan siklus pasar, Anda akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kapan harus membeli. Anda harus terlebih dahulu memeriksa perkembangan terakhir di pasar yang Anda pilih. Jika ada perkembangan terbaru ini dalam proyek-proyek pembangunan di daerah tersebut, ada kemungkinan pembeli akan mencari tanah di sekitarnya. Jadi Anda harus pintar untuk melihat pertumbuhan di pasar sekitarnya.

Sekarang setelah Anda memiliki ikhtisar tanah mentah sebagai investasi, kami akan melalui proses pengembangan tanah mentah langkah demi langkah:

  1. Mengevaluasi kelayakan ekonominya (studi kelayakan)
  2. Tentukan harga penawaran
  3. Cari tahu untuk apa zonasi lahan tersebut
  4. Amankan investasi Anda
  5. Mulailah membangun dalam zonasi yang sesua dengan aturan
  6. Pasarkan tanah / properti untuk dijual

Studi Kelayakan Ekonomi

Langkah pertama investasi tanah mentah adalah menentukan kelayakan ekonominya. Seperti halnya investasi real estat apa pun, sangat penting untuk menentukan laba atas properti yang Anda inginkan sebelum memulai. Ini penting karena tidak hanya akan mengurangi ketidakpastian pasar, tetapi juga akan memberikan model aspek biaya versus keuntungan untuk investasi Anda. Meskipun angkanya hanyalah perkiraan, memahami kelayakan proyek Anda — termasuk perkiraan biaya, pendapatan, dan pengembalian keseluruhan — akan lebih membantu Anda untuk berhasil.

Perolehan/ Akuisisi

Setelah Anda memahami biaya yang kemungkinan terjadi dari hasil studi Anda, sekarang waktunya anda untuk mengakuisisi lahan. Dengan perhitungan yang sudah di rencanakan termasuk apa yang harus Anda terima sebagai imbalannya di masa yang akan datang — sekarang Anda dapat menentukan struktur biaya yang tepat untuk pengembangan lahan Anda. Penting bagi investor pada tahap proses ini agar semua vendor yang mungkin terlibat dapat mengajukan tawaran untuk proyek tersebut. Ini tidak hanya akan memberikan perkiraan biaya untuk proyek, termasuk jumlah apa yang akan Anda dibelanjakan, tetapi juga harga akan mendapatkan penawaran yang baik untuk binis Anda.

Zonasi

Sebelum Anda mengembangkan lahan, perlu Anda ketahui zonasi lahan Anda. Jika Anda sudah mengetahui zonasinya, Tahap berikutnya adalah membuat rencana induk lahan tersebut terutama konsep dan desain. Pada dasarnya, ini berkaitan dengan jenis properti apa yang harus dibangun.

Apapun jenis properti yang ingin Anda bangun, atau bagaimana Anda ingin menyajikan sebuah konsep kepada pembeli, zonasi akan memainkan peran penting dalam bagaimana Anda melanjutkan pembangunannya. Dengan kode zonasi Anda dapat menentukan jenis properti apa yang akan di kembangkan. Apakah untuk keluarga, kondominium, atau komersial.

Pembiayaan

Seperti semua investasi properti, cara Anda membuat konsep sebuah properti akan menentukan jenis pembiayaan yang Anda peroleh. Satu aspek yang harus paling diperhatikan oleh investor adalah rasio pinjaman terhadap biaya atau loan-to-cost ratio (LTC). Intinya, LTC adalah jumlah uang yang akan diberikan pemberi pinjaman untuk proyek, yang pada umumnya akan tergantung pada jenis konstruksi dan penggunaan properti. Meskipun mayoritas pemberi pinjaman hanya akan memberikan secara bertahap dari jumlah pinjaman keseluruhan namun bank mempunya syarat yang harus di penuhi untuk mendapatkan pembiayaan.

Konstruksi

Tahap kedua hingga terakhir dari proses pengembangan lahan mentah adalah konstruksi. Dalam kebanyakan kasus, ini akan terdiri dari berbagai pengembangan awal - seperti pembangunan jalan, trotoar dan utilitas - dan akhirnya membangun properti dari bawah ke atas. Satu elemen yang juga perlu diperhatikan oleh investor adalah aspek pembiayaan konstruksi proyek. Dalam banyak kasus, pemberi pinjaman akan menahan sekitar 10 persen dari pinjaman konstruksi sampai proyek selesai.

Pemasaran

Langkah terakhir untuk proses pengembangan lahan adalah pemasaran. Di sinilah tahap yang sangat penting. Meneliti lingkungan, harga pasar, dan permintaan untuk penyewaan harus di tentukan dalam konsep dan strategi pemasaran Anda. Investor juga harus memiliki rencana pemasaran untuk menarik pembeli ke properti Anda. Anda bisa bekerjasama dengan berbagai agen properti, portal properti online, beriklan di surat kabar, dan bahkan media sosial.

ARTIKEL TERKAIT

Pinjaman Online - Cara Cepat Dapat Uang Dalam 1 Hari

Cara Menghitung Break Even Point (BEP) - Titik Impas

Crowdfunding Indonesia, Cara Cerdas Mecari Sumber Dana

Get Contacted

Site under development